PUSPITUR Gelar Sharing Session: Kupas Tuntas Strategi Menembus Projek TÜBİTAK 2209-A

Ankara, 7 November 2025 – Pusat Studi PPI Turki (PUSPITUR) sukses menyelenggarakan sharing session bertajuk “Dari Ide Jadi Riset: Cerita dan Tips dari Awardee TÜBİTAK 2209-A” pada Jumat, 7 November 2025 pada pukul 19.30 – 21.00 TRT. Acara ini bertujuan memberikan panduan praktis dan strategi jitu bagi mahasiswa S1/D3, khususnya mahasiswa internasional, untuk meraih hibah riset bergengsi dari TÜBİTAK (Türkiye Bilimsel ve Teknolojik Araştırma Kurumu)/(The Scientific and Technological Research Council of Türkiye).

Acara yang dipandu oleh Aulia Fatimatuz Zahra, S.Pd. (Mahasiswa Magister History, Süleyman Demirel Üniversitesi) ini menghadirkan Muhammad Abdan Syakura, B.Eng. (Mahasiswa Magister Computer Engineering, Ankara University, Awardee TÜBİTAK 2209-A Tahun 2023) sebagai pemateri.

Strategi Utama Menembus TÜBİTAK 2209-A

Muhammad Abdan Syakura, dalam sesinya, menekankan bahwa kunci sukses utama (80% dari keberhasilan) dalam proyek TÜBİTAK 2209-A adalah Dosen Pembimbing (Danışman) dan kualitas proposal yang rapi.

Berikut adalah poin-poin penting yang dibagikan:

  • Pentingnya Dosen Pembimbing: Disarankan memilih dosen Doktoral yang belum bergelar Profesor, karena mereka masih aktif mencari publikasi dan pengalaman, menciptakan “simbiosis mutualisme” dengan mahasiswa.
  • Waktu Pengajuan (Apply): Waktu pengajuan proposal juga sangat menentukan. Proposal yang sama bisa ditolak pada satu donem (semester) tetapi diterima di donem berikutnya.
  • Peluang Mahasiswa Internasional: Mahasiswa Internasional SANGAT BOLEH mendaftar, dan persaingan berlaku sama rata antara mahasiswa lokal dan internasional.

TÜBİTAK 2209-A: Hibah Riset S1/D3

Program TÜBİTAK 2209-A adalah Hibah Riset untuk Mahasiswa Lisans (S1) dan Önlisans (D3). Program ini berfokus pada Riset Umum/Akademik dengan tujuan memberi pengalaman riset, dan menghasilkan output seperti artikel ilmiah, prototipe dasar, atau analisis baru.

  • Dana (Destek Miktarı): Maksimum dukungan dana adalah 9.000 TL per proyek.
  • Penggunaan Dana: Dana boleh digunakan untuk membeli alat (seperti Raspberry Pi, sensor), bahan habis pakai, biaya perjalanan untuk pengambilan data, dan jasa (sewa alat lab).
  • Batasan Dana: Dana TIDAK BOLEH digunakan untuk biaya publikasi artikel jurnal, biaya ikut konferensi/seminar, atau biaya akomodasi/makan (harcırah).

“Golden Ticket” untuk Peluang Lebih Lanjut

Status sebagai penerima TÜBİTAK 2209-A disebut sebagai “Golden Ticket”. Setelah menyelesaikan proyek 2209-A, mahasiswa akan mendapatkan hak prioritas/kemudahan untuk mendaftar program TÜBİTAK 2224-B.

  • TÜBİTAK 2224-B (Yurt İçi Bilimsel Etkinliklere Katılım Desteği): Program ini dapat menanggung biaya registrasi konferensi, transportasi (pesawat/bus PP), akomodasi (hotel), dan bahkan uang saku harian (Harçlık) untuk mempresentasikan hasil riset.
  • Perbedaan Biaya Publikasi: Biaya publikasi TIDAK ditanggung oleh 2209-A, tetapi BISA ditanggung oleh 2224-B.

Tips Membuat Proposal yang Lolos

Pemateri juga membedah struktur proposal 2209-A dan memberikan tips penting:

  1. Fokus pada Masalah: Mulai proyek dari masalah yang ingin dipecahkan, bukan dari alat atau teknologi yang ingin digunakan.
  2. Struktur Proposal:
    • ÖZET (Abstrak): Sebaiknya ditulis PALING AKHIR.
    • Konunun Önemi (Pentingnya Topik): Harus jelas mengidentifikasi “Problem Statement” atau “Research Gap”.
    • Amaç dan Hedefler (Tujuan dan Sasaran): Harus jelas, terukur, dan realistis (Açık, ölçülebilir, gerçekçi).
  3. YÖNTEM (Metodologi): Jelaskan desain riset, teknik pengumpulan data, dan metode analisis secara detail seolah-olah reviewer tidak tahu apa-apa tentang bidang tersebut.
  4. PROJE YÖNETİMİ (Manajemen Proyek):
    • Kerja Tim: Bagi tugas tim menjadi tiga peran: Hacker (coding), Hipster (desain/UI/UX), dan Hustler (presentasi/penjualan ide).
    • Jadwal Kerja: Aktivitas seperti “Studi Literatur,” “Beli Alat,” dan “Nulis Laporan” TIDAK BOLEH ditulis sebagai aktivitas terpisah, tetapi harus dimasukkan ke dalam paket pekerjaan lain.
    • Manajemen Risiko: Harus menunjukkan “B Planı” (Rencana B) untuk setiap risiko utama.
  5. YAYGIN ETKİSİ (Dampak/Diseminasi): Selalu janjikan hasil yang realistis (seperti 1 artikel/prosiding atau prototipe fungsional) dan selalu janjikan Yeni Proje(ler) Oluşturma (proyek lanjutan).

Acara ini ditutup dengan sesi Q&A interaktif, yang menegaskan kembali betapa pentingnya kolaborasi dengan dosen dan ketekunan dalam proses aplikasi. PUSPITUR berharap sharing session ini dapat memotivasi lebih banyak mahasiswa Indonesia di Turki untuk memanfaatkan peluang riset internasional seperti TÜBİTAK 2209-A.

Report by
Syihasarahil Al Dazfa Chairan
International Relations
Sakarya University